Produk


Modal Kerja Mikro


Saat ini MBK hanya memperkenalkan satu jenis produk yaitu “Modal Kerja Dasar”. Pada putaran pertama, disediakan modal kerja sebesar Rp1.500.000-3.000.000 ($150-300), untuk pencairan yang harus diangsur selama 50 minggu pada pertemuan mingguan kelompoknya. Modal kerja ini dikenakan bagi hasil sebesar 20% flat tanpa jaminan. Namun demikian kepada seluruh nasabah kumpulan diharapkan untuk memberi dukungan bila salah seorang nasabah membutuhkannya, khususnya pada saat terjadi masalah cash flow sementara. Jika Modal Kerja lunas dan kehadiran dalam rapat mingguan memuaskan, modal kerja ditingkatkan sekitar 20% per putaran.


Tahun 2012, MBK berinisiatif untuk membuat layanan Syariah sebagai produk modal kerja dasar. Produk ini diperkenalkan di daerah yang mempunyai permintaan atas produk syariah, bagi para nasabah dan dari pengawas agama di daerah. Produk ini mempunyai kesamaan dengan produk konvensional, dan sebagai tambahan, sudah memenuhi prinsip keuangan syariah. Produk syariah ini diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah MBK. Secara reguler Dewan Pengawas mengirimkan laporan kepatuhan pada Dewan Syariah Nasional.


Modal Kerja Usaha Kecil


Di masa depan, MBK mempertimbangkan untuk memperkenalkan Modal Kerja Usaha Kecil, Sesuai dengan dua kelompok nasabah yang belum terlayani secara baik oleh sektor perbankan formal dan yang masih banyak tergantung dari pinjaman kaum kerabat atau rentenir:


1. Nasabah yang sudah mengikuti program MBK selama beberapa tahun, menunjukkan sikap mengelola pinjaman secara baik dan siap untuk meningkat ke pinjaman     modal kerja yang lebih besar. Kelompok ini tidak membutuhkan jaminan berdasarkan pengalaman historis sebelumnya.


2. Pengusaha-pengusaha mikro usaha rumah tangga yang belum dapat dilayani oleh sektor perbankan. Nasabah yang mempunyai prospektif bisa dipertimbangkan     pemberian pinjaman modal kerja tanpa jaminan.